 |
|
Pagi itu setelah subuh saya membuat kopi agar
mengurangi ngantuk dan mengahangatkan badan dari dinginnya udara pagi. Memang pagi
itu cukup dingin, tahu sendirikan? udara di daerah asalku kalau pagi seperti
apa? yang sudah kerumahku pasti pernah merasakan tapi kalau yang belum ini aku sedikit
ceritakan dimana rumahku. Rumahku teletak disebuah desa di kaki Gunung Sindoro
tepatnya di desa Blimbing, Morobong Kecamata Jumo walaupun lebih dekat dengan
kecamatan Ngadirejo dan warga semua hampir beraktifitasnya lebih ke Kecamatan
Ngadirejo dalam bekerja dan mencari Nafkah, kabupatennya di Temanggung. Desaku yang
terletak di kaki Gunung Sindoro membuat udara cenderung dingin kadang ditambah
kabut tebal. Yang baru saya sadari dari desaku ini adalah ada potensi memperlihatkan
pemandangan yang luar biasa dikala pagi. Berdiri di selatan desa sekitar 300 m
dari rumah, saya bisa melihat gunung-gunung yang indah mengelilingi desa. Disisi
barat berjejer gunung Sumbing, Sindoro dan Prau, disebelah timur terlihat
Gunung Ungaran, dan disebelah selatan terlihat Gunung Merbabu dan Merapi
walaupun tampak kecil, semua gunung tadi akan terlihat jelas dan nampak indah
dipagi hari dengan catatan pagi itu cerah dan bersih dari kabut dan awan.
Oh
ya lanjut cerita saya dipagi itu, setelah kopi jadi saya bawa kopi itu ke ruang
tamu, saya sruput kopi sedikit-demi sedikit “koq rasanya ada yang kurang ya??” Pikir
saya, oh ya saya belum membuka Gorden jendela rumah saya. Biasanya kalau hari
cerah, saya bisa menikmati sunrise yang menawan dari dalam rumah, kalau mau
pemandangan yang lebih luas tinggal jalan ke halaman atau ke jalan depan rumah.
Saya buka gorden jendela rumah ternyata hari itu lumayan cerah, terlihat langit
kemerahan sudah nampak, kayaknya akan ada sunrise lumayan yang bisa saya
nikmati ini. Sambil duduk dan menikmati kopi saya mengintip langit mulai
bercahaya. Tak lama ponakan saya yang bernama Maila datang menghampiri saya. Oh
ya Maila itu adalah anak ke dua dari kakak saya yang nomor 3, umurnya masih 3,5
tahun dan baru setengah tahun ini masuk Paud dan dia cewek.
kedatangan Maila pagi itu memunculkan ide, “cari foto sunrise aja lah, mumpung
ada kamera SLR yang kemarin saya pinjam dari temen” langsung saja saya mengajak
Maila keluar rumah agar bisa mendapat pemandangan yang lebih bagus.
 |
| Gaya Maila pertama kali difoto dan masih malu-malu |
 |
| Pemandangan sawah yang hijau |
Udara
di luar lumayan menusuk saat pertama kali saya membuka pintu rumah dan anehnya
saya dan Maila sama-sama tidak memakai jaket, ya dimaklumi ya Akamsi yang dah
terbiasa. Saya berjalan pelan sambil bergandengan tangan bersama Maila, kalau
difoto dari belakang seperti bapaknya yang gandeng anaknya kali ya.. ha ha. Berjalan
sekitar 300 m sampailah di selatan desa, terlihat Gunung Sumbing dan Sindoro
yang gagah disebelah barat dan sebelah timur terlihhat sawah yang membentang
dengan padi yang sudah mulai menguning bahkan sudah banyak yang dipanen, langit
sebelah timurpun sudah terlihat hampir diterobos oleh matahari, pagi itu memang
disisi timur tidak secerah pemandangan disisi barat.
Sinar
keemasan dipadu dengan pemandangan bentang sawah yang luas serta pepohonan
membuat sunrise pagi itu sungguh mempesona. Banyak foto yang saya dapat dan
keren-keren, berbagai gaya dan ekspresi Maila yang menurut saya sih gak kalah
sama model hitz masa kini ha ha ha. Setelah matahari mulai meninggi saya sudahi
berfoto dan mangajak maila berfoto bersama dengan latar Gunung Sindoro Sumbing.
 |
| Menunggu Sunrise di Hari Kedua |
 |
| Ekspresi agak Ngantuk |
 |
| Matahari yang muncul dari balik Gunung Ungaran |
 |
| foto dengan latar Gunung Sindoro |
berlanjut
di hari berikutnya. Pagi-pagi sekali bahkan saya sedang shalat Subuh maila
sudah ada dipinggir saya, dia nunggin saya, wah ini anak ketagihan deh, “salah
aku ngajak dia foto sunrise kemarin, bisa-bisa tiap pagi besok minta ini”. Mumpung
masih ada kamera, saya iyain aja deh ajakan dia, kita berangkat lebih pagi dari
hari kemarin udara yang dingin membuat saya harus mengenakan jaket dan Mailapun
saya suruh untuk mengenakan jaket pula. Betapa beruntungnya Pagi itu lebih
cerah dari pagi kemarin, kala kemarin gunung Ungaran tidak nampak karena
tertutup kabut, sekarang terlihat jelas dengan sinar kemerahan dibaliknya,
langsung saja saya hajar foto terus. Lama-kelamaan matahari mulai muncul dan
pas sekali dibalik Gunung Ungaran, pagi itu luar biasa indahnya. Hari ini
membuat Maila begitu senang karena punya foto bagus lagi.
 |
| Maila dengan gunung Sindoro |
 |
| Golden Sunrise |
8 Comments
waaa ponakanmmu lucu mas hehe
ReplyDeletebener ya kalo tinggalnya di daerah dingin seperinya sudah terbiasa, tanpa memakai jaketpun bukan masalah.
keren ih viewnya, deket rumah tapi bisa memandang gunung di seluruh penjuru hehe
Iya mas dah biasa dingin hehe
DeleteIya bisa liat gunung yg mengeliingi kalau cerah
Wah maila sudah cocok jadi putri kecilmu lho mas :p
ReplyDeleteEnak sekali di kamar tamu buka gorden sambil nyruput kopi udah bisa sunrisean huhu.
*brbrb agendakan ke temanggung
Keren keren keren :)
ReplyDeleteMore beautiful about sunrise
Iya bu....keren kan sunrise di rumahku
DeleteHa ha ha spertinya sih cocol memang ha ha
ReplyDeleteAyo rame2 ke temanggung, katanya mau pd nunggu pasar papringan gt
mailaaa, lucu banget siiy. heba banget subuh2 dah bangun liat sunrise. meski ngantuk tapi ceria banget yaa :D
ReplyDeleteiya...alhamdulillah sudah mulai diajarkan bangunpagi sama ayahnya jadi dah terbiasa bangun pagi.
Deleteseneng banget itu kalau diajak foto-foto dan jalan-jalan gt