West Lagoon, Menyusuri Sungai Legenda di Yogyakarta




Sebagian orang angkatan 90an pasti pernah merasakan mandi di sungai. Kesegaran air sungai kala dulu yang begitu jernih membuat setiap hari rindu untuk mendatanginya. Bersama teman masa kecil berangkat bersama mencari sungai-sungai yang bisa kita jadikan sebagai tempat bermain, berenang dan berloncat-loncat ria. Sekarang sudah jarang lagi ditemukan hal-hal seperti itu, anak kecil main ke sungai untuk berenang dan mandi. Air sungai yang jernih pun sekarang sangat mahal harganya sulit ditemukan, hanya ada beberapa saja air sungai yang masih bisa kita gunakan untuk bermain dan mandi. Kebanyakan air sungai sudah tercemar oleh limbah.
Beberapa hari yang lalu saat udara Jogja lumayan panas padahal matahari tidak menampakkan diri. Matahari kala itu tertutup mendung tapi udara sangat membuat gerah badan, sontak saya rindu akan mandi di sungai, "akan segar sekali kalau mandi disungai" (pikirku), tapi pertanyaannya "saya harus kemana mencari tempat bermain air dan berenang-renang yang yang masih sepi". karena disekitar Jogja tempat-tempat yang sepeti itu kaya blue lagoon di daerah Jakal dan embung Saren pasti banyak sekali orang yang mengunjungi. saat itu pula tiba-tiba temanku Anas mengirim sebuah foto melalui pesan  instagram, di foto itu memperlihatkan ada seorang yang sedang mengunakan pelampung dan duduk di atas ban dari disitu saya ketahui bahwa nama lokasinya adalah West Lagoon Nogotirto gamping Sleman. Saya berfikir sejenak, hal seperti ini sudah biasa dan sudah banyak di Jogja akan tetapi nama West Lagoon masing sangat asing di benak saya. Benar saja ini adalah tempat bermain baru yang ada di Jogja karena setelah saya telusuri melalui google sama sekali belum ada keterangan yang menjelaskan tempat ini, saat itu pula saya langsung janjian sama Anas teman saya untuk mencari tempat ini.
Jalan Menuju Basecamp West Lagoon

Bermodalkan nekad dan ancer-ancer dari google map saya mulai menuju ke West Lagoon yang dalam informasi berada di Desa Mlangi, Kelurahan Nogotirto, Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman. Dari Asrama saya yang berda tidak jauh dari OB saya berangkat melalui ringroad utara ke ringroad barat, setelah sampai di daerah Nogotirto ringroad barat saya mulai melambatkan laju motor saya, setelah melihat gapura desa mlangi atau gang yang menuju ke arah Makam mbah Nur Iman atau gang yang menuju ke Masjid Pathok Negoro saya putar arah dan masuk ke gang itu, masuk sampai di depan Masjid Pathok Negoro dan mengambil jalan ke Utara lewat samping Masjid, terus mengikuti jalan itu ke arah utara sampai ke jalan yang beraspal dan lebih besar lagi dan belok ke kiri mengarah ke sungai samapilah kita dibibir sungai. Dari situ saya mendengan derasnya air sungai yang mengalir dari bendungan, langsung saja saya menuju kesana.

Bendungan yang Asyik untuk bermain air
 
Jalan Menuju tempat Start (foto oleh mas Mugi : Pengelola West Lagoon)


Fadil Akamsi yang menujukan tempat yang biasa untuk bermain

Setelah memarkirkan motor di samping rumah warga, saya menuju ke bendungan airnya lumayan jernih dan enak banget rasanya untuk bermain air disitu, akan tetapi saya kurang mantab ingin bermain disitu karena sama sekali tidak ada orang disekitar sungai, takutnya berbahaya untuk mandi. Sebenarnya dari foto yang saya lihat memang benar tempat ini sebagai tempat bermain, mulailah saya bertanya ke warga-warga dimana sebenarnya biasanya orang-orang pada main air dan yang menyewakan pelampung serta ban. Saat bertanya saya malah diarahkan oleh warga "barusan mas Mugi lewat sini mas pakai ban ke sungai atas" dari keterangan itu langsung saja saya mengikuti arah yang sudah di katakan oleh seorang ibu paruh baya yang saya tanya.
Penelusuran jejak mas Mugi kita mulai, jejaknya mengarah ke jalan bibir sungai sebelah barat, melalui pinggiran petak sawah yang panjang menuju sungai, tiba-tiba muncullah anak kecil dari belakang kita, yang saya tanya "mau kemana dik" dijaawabnya oleh dia "ning kali mas, ceburan" saya pikir ikuti adik ini aja, sambil saya ikuti adik ini yang kira-kira umurnya 7-9 tahun saya tanya-tanya dengan itu saya tahu bahwa namanya adalah Fadil dan dia bersama teman-temannya sering bermain dan berenang di sungai ini. tidak lama kita sampai ditempat dimana meraka biasa bermain dan berenang akan tetapi disana tidak menemukan satu orangpun malah kami hanya menemukan pakaian dan sendal anak kecil yang menurut keterangan Fadil pakaian ini adalah pakaian temannya, Fadil pun menujukkan tempat satu lagi yang lebih jauh, dan ternyata merekapun disana dimana ada dua orang yang menggunakan ban dan pelampung, dan satu orang yang sedang memfoto mereka serta 2 anak kecil yang tidak memakai pakaian sedang asyik bermain air. Setelah saya dekati dan saya bertanya kepada mas-mas yang sedang mengambil foto.
Mas Mugi ini lah ternyata orang yang menyewakan pelampung dan ban, beberapa obrolan perkenalan  kita ucapkan diiringi oleh air hujan yang mulai turun, karena hujan semakin deras saya dan Anas diajak kerumahnya mas Mugi untuk ngobrol-ngobrol lebih lanjut. Ternyata rumah mas Mugi ini menjadi base Camp bagi orang-orang yang ingin menelusuri sungai West Lagoon. dari sini lah obrolan kita dimulai tentang rencana pembangunan dan pengembangan West lagon nantinya. dengan suguhan Kopi hitam dan cemilan ketela rebus obrolan kita semakin hangat dan menarik saja.

Tempat Star untuk menelusuri sungai West Lagoon
 
menelusuri sungai yang masih alami dengan ban (foto oleh mas Mugi : Pengelola West Lagoon)

saat melewati jurang-jurang kecil menambah keasyikan dalam menelusuri sungai West Lagoon (foto oleh mas Mugi : Pengelola West Lagoon)

Dari obrolan ini saya ketahui bahwa nantinya West Lagoon akan dijadikan sebuah Wisata menyusuri sungai. Panjang sungai yang disusuri sekitar 1 Km, dimulai dari bendungan pertama dan finis tepat di depan base camp ini yang nantinya juga akan dijadikan warung Kopi Klothok. Sebenarnya wisata seperti ini sudah banyak di Jogja kaya di Kali Suci dan di Gua Pundul, tapi tempat ini mempunyai perbedaan dengan yang lain yaitu kita tidak usah jauh-jauh kelur dari daerah Jogja, tempat ini paling dekat dengan tempat-tempat wisata susur sungai lainnya, dengan kejernihan air dan suasana sungai yang masih sangat alami, disamping kiri dan kanan masih lebat di tumbuhi oleh pohon-pohon dan rerumputan, serta paling khas adalah sepanjang sungai hampir di tumbuhi oleh bambu yang sangat rindang bahkan bambu-bambu lebat itu sampai membentuk seperti goa-goa dan di bawahnya adalah sungai yang kita susuri, jadi walaupun kesini siang-siang kita akan tetep asik bermain tanpa kepanasan. harga untuk paketan wisata Susur sungai West Lagoon ini Rp. 75.000,- dengan fasilitas ban, pelampung (live jaket), Makan, snack dan Kopi Klotok dan yang pasti akan dipandu oleh pemandu Akamsi yang sudah sangat mengenal karakter sungai ini. Selain dengan paketan itu kita juga bisa menikmati susur Sungai West Lagoon ini dengan hanya menyewa pelampung (live jaket) dan ban saja dengan harga Rp. 25.000,-.
Wisata ini ternyata rencananya baru akan di buka di akhir bulan November 2016 ini dengan takeline Wets Lagoon, Susuri Sungai Legenda di Yogyakarta. Mengapa dinamakan sungai legenda? menurut mas Mugi sungai ini dulunya terbentuk dari seekor naga yang di perintah oleh gurunya untuk melingkari Gunung merapi dengan tubuhnya  akan tetapi tubuh naga tidak sampai melingkari gunung Merapi sehinga naga itu di melakukan trik dengan menjilatkan lidahnya sehingga tubuhnya bisa dapat dengan elingkari Gunung Merapi. Sang gurupun ternyata mengetahui kecurangan dari seekor naga dan dibuangalah dikutuk menjadi sungai West Lagoon ini. Cerita lain menurut orang-orang tua sekitar sungai ini menjadi jalan dari Nyi Roro Kidul untuk menuju ke Gunung merapi dari pantai selatan, dari legenda-legenda itu lah takeline West Lagoon di buat yaitu Menyusuri Sungai Legenda di Yogyakarta.

Fadil dan teman-teman saya saat menelusuri sungai

Selain susur sungai tempat ini juga menawarkan Wisata lain yaitu Wisata Edukasi bagi para wisatawan yang ingin belajar tentang Budidaya Lobster. sebenarnya Wisata Edukasi inilah yang pertama kali terbentuk disini, dimana lobster mulai dibudidayakan di beberapa kotak kolam dan sekarang sudah banyak berisi berbagai jenis Lobster. dengan mengikuti Wisata Edukasi ini kita bisa mengetahui tentang Jenis-jenis Lobster dan cara membudidayakan baik yang hias maupun yang konsumsi, selain kita dijelaskan tentang budidayanya juga diberikan cara bagaimana kita memegang lobster yang benar agar kita tidak terkena capitnya atau tidak geli. Selain itu menurut penjelasan mas Mugi nantinya para wisatawan juga akan diajarkan cara merajut jaring dengan memafaatkan potensi masyarakat sekitar yang mana warga aliran west lagoon hampir semua bisa merajut jaring baik jaring atau net dengan berabagai bentuk dan jenis.

menikmat Kopi hangat Setelah melakukan kegiatan susur sungai (foto oleh mas Mugi : Pengelola West Lagoon)

Sebagai pelengkap wisata disini disediakan juga Warug Kopi Klotok. Pasti sudah banyak yang tahu tentang Kopi Klotok seperti apa nikmatnya apalagi kalau dinikmati setelah menyusuri sungai badan yang kedinginan karena lama bermain air, seketika itu menjadi hangat. dengan cemilan jajanan-janan khas pedesaan dari ketela dan sejenisnya membuat tempat ini sangat kental dengan suasana desa walaupun tempat ini sangat dekat dengan Kota.
Untuk jalan pulang kita ditunjukan jalan yang lebih gampang dan tidak berbelok-belok, yaitu melali jalan utama yang nantinya akan langsung sampai ringroad barat, benar saja sangat mudah ternyata untuk kesini melalui jalan ini yaitu melalui gang setelah gang yang menuju ke makam mbah Nur iman kalau dari arah selatan, atau gang sebelum gudang Indoma*et ringroad barat masuk ke barat.

jadi buruan kesana karena untuk bulan ini masih ada diskon yang lumayan menggoda.
untuk pemesanan dan booking ban serta pelampung bisa hubungi mas mugi (08156862296)



peta menuju West lagoon Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman

Post a Comment

2 Comments

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai West Lagoon, Menyusuri Sungai Legenda di Yogyakarta
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di
    pariwisata indonesia

    ReplyDelete